Monday, December 2, 2019

SUMBERDAYA MANUSIA YANG BAIK

Sumber daya manusia dengan kompetensi dan kualifikasi yang tinggi, berdedikasi, dan loyal dengan perusahaan adalah aset yang sangat penting dalam usaha bisnis Anda.
Untuk menjaga kualitas sumber daya manusia yang Anda miliki di dalam perusahaan, bagian atau divisi SDM (HRD)  Anda tentunya harus memiliki program yang solid untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh SDM agar setiap personel bisa menjadi motor bagi perusahaan untuk mencapai target yang diinginkan.
Oleh karena itu setiap perusahaan seharusnya memiliki manajemen sumber daya manusia yang  baik karena tugas HRD tidak hanya merekrut dan memutus hubungan kerja dari personel, namun juga bertanggung jawab untuk menyediakan arahan dan juga prasarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki perusahaan.
Banyak ahli yang berpendapat bahwa kualitas sumber daya manusia adalah hal yang paling penting dalam sebuah bisnis. Seperti menurut seorang konsultan dan penulis buku di dunia bisnis mengatakan, “Nilai sebuah bisnis dinilai dari keuangan dan kecerdasan yang dikelola oleh sumber daya manusianya”.
Sedangkan Steve Wynn mengatakan bahwa sumber daya manusia bukanlah sekedar bidang pekerjaan melainkan adalah hal yang menjalankan bisnis Anda.
Karena pentingnya manajemen sumber daya manusia untuk mencapai target perusahaan, berikut adalah poin-poin untuk artikel manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki perusahaan.

Memberikan keamanan pekerjaan

Perusahaan meminta sumber daya manusianya untuk bekerja, berkomitmen terhadap perusahaan, dan mempresentasikan ide-ide yang dimilikinya.
Sedangkan sumber daya manusia atau karyawan Anda di sisi lain akan memberikannya untuk perusahaan Anda tentu dengan mengharapkan imbalan yang sesuai. Imbalan tersebut adalah keamanan terhadap posisi pekerjaannya sehingga karyawan Anda memiliki penghasilan untuk penghidupan pribadi dan juga keluarganya.
Selain itu memberikan keamanan pekerjaan sebenarnya juga memberikan keuntungan bagi perusahaan. Karena jika perusahaan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak karyawan misalnya, maka investasi yang perusahaan keluarkan untuk proses rekrutmen, pelatihan,  memberikan fasilitas kepada karyawan, dan sebagainya akan terbuang sia-sia.
Tidak adanya keamanan pekerjaan juga membuat SDM Anda mudah untuk beralih pekerjaan ke pesaing bisnis Anda.

Perekrutan yang selektif

Merekrut karyawan adalah bagian yang juga penting dalam hal manajemen sumber daya manusia. Merekrut karyawan dengan kualifikasi dan keahlian yang baik sesuai dengan posisi yang tersedia  bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk perusahaan.
Ada banyak hal yang digunakan oleh perusahaan sebagai bagian dari proses rekrutmen mulai dari wawancara yang terstruktur maupun tidak terstruktur, tes kecerdasan, tes psikologi, bahkan banyak juga yang menempatkan calon karyawan untuk melakukan FDG yaitu proses yang mengharuskan calon karyawan untuk terlibat dalam diskusi grup sehingga perusahaan bisa melihat bagaimana orang tersebut bersikap dalam sebuah diskusi.
Tetapi bukan berarti Anda harus memasang standar tinggi-tinggi untuk merekrut karyawan. Seperti yang dikatakan oleh Peter Schutz, “Pekerjakan karakter, latih keahlian”.
Artinya, aspek karakter pun harus menjadi pertimbangan dalam merekrut karyawan, sedangkan berbagai macam keahlian dan keterampilan teknis bisa didapatkan dengan pelatihan-pelatihan yang juga menjadi bagian dari manajemen sumber daya manusia.
Berbagai macam artikel manajemen sumber daya manusia membahas tentang cara merekrut karyawan yang efisien dan efektif bisa jadi referensi Anda.

Membangun kerjasama tim yang efektif dan efisien

Tim dengan performa yang tinggi merupakan  aset perusahaan yang sangat penting. Manajemen sumber daya manusia harus bisa menyediakan sarana agar tim-tim yang ada di perusahaan Anda bisa bekerja dengan lebih maksimal dan saling terintegrasi.
Sebuah tim terdiri dari personel dengan karakter yang berbeda, ide yang berbeda, namun dengan tujuan yang sama. Begitu juga antara tim satu dengan tim yang lainnya dalam sebuah perusahaan baik yang berada di departemen yang sama maupun departemen yang berbeda.
Tugas dari divisi sumber daya manusia atau HRD perusahaan Anda adalah menciptakan tim dengan performa yang tinggi, dan juga menjaga kualitas dari tim tersebut dengan agar bisa menghasilkan ide-ide cemerlang dalam suasana lingkungan kerja yang nyaman secara psikologis.
Untuk mencapai hal ini ada berbagai macam tools yang bisa digunakan oleh HRD misalnya tools untuk membuat komunikasi antar tim menjadi lebih efisien.

Kompensasi di atas rata-rata

Artikel manajemen sumber daya manusia ini merekomendasikan memberikan kompensasi yang berada di atas rata-rata atau di atas standar baik dari segi gaji tetap maupun berbagai macam bentuk penghargaan lainnya.
Tujuannya adalah untuk memberikan karyawan dengan performa yang tinggi lebih betah dan terus berkomitmen di perusahaan Anda. Tidak pelit terhadap kompensasi akan membuat karyawan tidak malas untuk produktif karena mereka tahu imbalan yang mereka dapatkan setara dengan kerja keras yang dilakukan.
Meski begitu, memberikan kompensasi yang lebih tinggi dari standarnya bisa merugikan jika diberikan pada karyawan dengan performa yang rendah.
Untuk menghindarinya, perketat proses rekrutmen karyawan dan pastikan SDM yang bergabung dengan perusahaan Anda memiliki keahlian serta karakter yang tinggi.

Pelatihan yang berkelanjutan

Hal yang mesti dilakukan oleh perusahaan Anda dalam manajemen sumber daya manusia yang efektif adalah melakukan banyak investasi untuk memberikan pelatihan bisnis kepada personel yang dimiliki.
Tidak hanya satu atau dua kali pelatihan diberikan sepanjang karir di perusahaan Anda, namun pelatihan yang berkelanjutan bisa memberikan dampak produktivitas yang signifikan pada kinerja masing-masing personal.

Wednesday, November 13, 2019

MOTIVASI PADA PT HERO SUPERMARKET

KELOMPOK 3
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PT. HERO SUPERMARKET, Tbk.



Disusun Oleh:
Dillah Noviawati                     (23216895)             
Fandi Wasito                          (22216599)             

Fathurrizki Emir Elkarim        (2B219808)           
Khansa Shabirah Z                  (23216895)             
Kris Ramanda                          (23216930)              
Vicky Bayu                              (27216528)           

Kelas 4EB06

Dalam pencapaian tujuan perusahaan, peranan manusia yang terlibat didalamnya sangat penting. Sebab dapat menggerakkan sumber daya manusia agar sesuai dengan sop yang dikehendaki  perusahaan, maka sangat penting dalam memahami motivasi manusia terutama para pekerja sebagai sumber daya dalam perusahaan.
Masing-masing individu dalam perusahaan berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda sehingga menjadikan kebutuhan dan harapan karyawan harus diperhatikan oleh perusahaan. Misalnya dengan mengetahui dimana minat dan ketrampilan yang mereka miliki, serta apa perencana kepada SDM dimasa yang akan datang. Dengan diperhatikannya kebutuhan dan harapan karyawan akan semakin memotivasi dalam mencapai tujuan tujuan bersama.
PT HERO Supermarket sendiri sudah menjadi salah satu perusahaan yang besar. Dimana perusahaan mampu menstabilkan serta mengatur sistem manajemen yang ada pada perusahaan, dan salah satu faktornya adalah tercapainya tujuan perusahaan, yang didasari oleh dorongan motivasi perusahaan pada SDM yang mereka miliki.

Sunday, October 13, 2019

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA



KELOMPOK 3
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PT. HERO SUPERMARKET, Tbk.



Disusun Oleh:
Dillah Noviawati                     (23216895)              Property
Fandi Wasito                          (22216599)              
Information Tecnology
Fathurrizki Emir Elkarim        (2B219808)             Human Resource
Khansa Shabirah Z                  (23216895)              Internal Audit
Kris Ramanda                          (23216930)              Finance
Vicky Bayu                              (27216528)             Supply Chain

Kelas 4EB06


             STRUKTUR ORGANISASI PT. HERO SUPERMARKET, Tbk





Kali ini yang akan saya bahas adalah Divisi dan sub divisi Information Tecnology seperti job desk dan tanggung jawabnya pada PT. Hero Supermarket, Tbk.
TI adalah bidang pengelolaan teknologi dan mencakup berbagai bidang yang termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputersistem informasiperangkat keras komputerbahasa pemrograman, dan data konstruksi. Singkatnya, apa yang membuat data, informasi atau pengetahuan yang dirasakan dalam format visual apapun, melalui setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap bagian dari TI. TI menyediakan bisnis dengan empat set layanan inti untuk membantu menjalankan strategi bisnis: proses bisnis otomatisasi, memberikan informasi, menghubungkan dengan pelanggan, dan alat-alat produktivitas.
TI melakukan berbagai fungsi (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi untuk merancang jaringan komputer dan basis data informasi. Beberapa tugas yang TI lakukan mungkin termasuk manajemen data, jaringan, rekayasa perangkat keras komputer, basis data dan desain perangkat lunak, serta manajemen dan administrasi sistem secara keseluruhan. Teknologi informasi mulai menyebar lebih jauh dari konvensional komputer pribadi dan teknologi jaringan, dan lebih ke dalam integrasi teknologi lain seperti penggunaan ponsel, televisi, mobil, dan banyak lagi, yang meningkatkan permintaan untuk pekerjaan 
Direktur TI adalah untuk mengawasi semua fungsi TI (Teknologi Informatika) di perusahaan kami. Anda akan bertanggung jawab atas tim manajer TI dan mengelola operasi teknologi perusahaan serta penerapan sistem dan kebijakan TI baru.
Direktur TI yang sangat baik sangat berpengetahuan luas dalam sistem TI dan komputer. Mereka memiliki latar belakang teknis yang kuat sambil mampu mengelola dan memotivasi orang. Kandidat yang ideal akan berpengalaman dalam menciptakan dan menerapkan kebijakan dan sistem TI yang akan memenuhi tujuan. Tujuannya adalah untuk memastikan sistem dan orang-orang TI efektif dan berfungsi dalam batas-batas anggaran, waktu dan spesifikasi perusahaan.
Direktur TI juga mengawasi kepemimpinan, visi, sasaran dan tujuan jangka panjang dari infrastruktur dan pengiriman TI, termasuk pusat data, sistem, basis data, jaringan suara / data, dan lingkungan server.

Tanggung jawab:

  • Mengembangkan rencana TI jangka panjang yang sejalan dengan inisiatif pertumbuhan organisasi.
  • Pastikan semua pekerjaan proyek diselesaikan dengan kualitas tertinggi, kemanfaatan, dan tanggung jawab fiskal.
  • Tinjau kinerja sistem perusahaan untuk menentukan biaya operasi, tingkat produktivitas, dan persyaratan peningkatan.
  • Mengawasi operasi harian semua sistem server termasuk basis data, jaringan data, perencanaan kapasitas, konfigurasi sistem dan jaringan, desain jaringan, implementasi, pemeliharaan, dan semua masalah keamanan terkait.
  • Bertanggung jawab untuk membuat anggaran TI tahunan, termasuk perkiraan dan tinjauan.
  • Kelola, pembimbing, dan kembangkan staf TI. Pastikan tingkat kinerja tim dan individu memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan. Kelola perekrutan, penempatan staf, dan retensi tim yang beragam. Melakukan manajemen kinerja dan administrasi gaji.
  • Berpartisipasilah dan bantu dengan analisis, desain, dan implementasi sistem dan infrastruktur TI baru yang berkelanjutan.
  • Bertanggung jawab atas keamanan jaringan, pemulihan bencana, dan kelangsungan bisnis.
  • Bertindak sebagai penghubung antara tim Sistem Legacy, pelanggan kami, kelompok fungsional internal lainnya seperti manajemen proyek dan dukungan produk, dll. Dan kepemimpinan senior.
  • Secara proaktif mendukung tujuan manajemen dan perusahaan.
  • Bangun hubungan dengan vendor TI eksternal dan penyedia layanan.

Persyaratan:

  • Gelar Sarjana Ilmu Komputer atau disiplin terkait diperlukan. Gelar master lebih disukai. Pengalaman kerja superlatif dapat dianggap sebagai pengganti tingkat formal.
  • Minimum 10+ tahun pengalaman kerja yang relevan dalam Teknologi Informasi dengan fokus pada infrastruktur, jaringan dan manajemen risiko.
  • Pengalaman mengelola tim TI ukuran kecil hingga menengah.
  • Keahlian komunikasi verbal dan tertulis yang sangat baik.
  • Kemampuan untuk mengantisipasi masalah dan mengembangkan solusi yang efektif.
  • Bersedia bekerja di tugas di luar tugas normal jika diperlukan untuk mendukung tujuan manajemen.
  • Pengalaman bekerja di lingkungan berbasis manufaktur lebih disukai.
  • Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, baik tertulis maupun lisan, di semua tingkatan organisasi sangat penting.
  • Harus dapat melakukan banyak tugas di lingkungan yang serba cepat dengan tenggat waktu yang harus dipenuhi. Diperlukan keterampilan manajemen waktu tingkat tinggi.

Di dalam Divisi Information Technology PT. Hero Goup, Tbk terdapat 6 sub divisi yang masing-masing memliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, diantaranya sebagai berikut : 

1.    IT Infrastructure adalah pondasi atau kerangka kerja yang mendukung suatu sistem atau organisasi. Dalam komputasi, infrastruktur teknologi informasi terdiri dari sumber daya fisik dan virtual yang mendukung arus, penyimpanan, pengolahan dan analisis data.
Infrastruktur teknologi informasi dapat dipusatkan di dalam pusat data (data center), atau mungkin terdesentralisasi dan tersebar di beberapa data center yang dikendalikan oleh organisasi atau oleh pihak ketiga, seperti fasilitas colocation atau penyedia awan

2. IT Development adalah seorang programmer yang sudah terlatih, mereka tidak hanya menyelesaikan masalah, namun juga membangun suatu produk. Mereka melakukannya sesuai dengan prinsip-prinsip desain dan implementasi rekayasa perangkat lunak, termasuk hal-hal seperti kinerja, maintainability, skalabilitas, ketahanan, dan idealnya keamanan diikutkan juga. Developer juga bisa dikatakan sebagai seseorang yang dapat menggunakan banyak sistem dan bahasa pemrograman yang berbeda serta membuatnya terhubung satu sama lain. Developer merupakan seseorang yang profesional, dapat bekerja dengan orang lain, dan punya kemampuan berkomunikasi yang baik.

3.    IT Operations adalah orang ini bertugas untuk memastikan bahwa kegiatan operasional berjalan dengan baik. Seorang manager operasional biasanya berasal dari engineer juga, punya banyak pengalaman teknikal. skill komunikasi, english, presentation, adalah penting bagi bagi mereka

4.   IT Procurement adalah bagian yang dikenal sebagai bagian pengadaan. Mereka bertugas untuk menerima requirements pengadaan dari department lain kemudian melakukan nego dengan supplier. Memerlukan kemampuan komunikasi yang baik, teknis, dan skill negosiasi. Procurement mempunyai prosedur standar yang umum dijalankan, sehingga ada sertifikasinya juga. dibeberapa perusahaan, implementasi procurement yang tidak standard akan dicurigai oleh auditor sebagai sebuah indikasi penyimpangan.

5.      IT Security, Governance, and PMO

6.      DPOM roject


Referensi

Friday, May 10, 2019

PHARAFRASE


Kelompok 7:

Fandi Wasito (22216599)
Isa Ramadan (23216607)
Khansa Shabirah (23216895)
Riko Hari Sandy (26216423)
Shely Apriliana (26216997)
Siti Hardianti (27216091)
Vicky Bayu (27216529)
3EB06


Putting Down Your Phone May Help You Live Longer
By raising levels of the stress-related hormone cortisol, our phone time may also be threatening our long-term health.
Pharafrase: Our phone time may also threaten our long-term health by increasing levels of stress-related hormone cortisol.
If you’re like many people, you may have decided that you want to spend less time staring at your phone.
Pharafrase: You may have decided to spend less time staring at your phone if you're like many people.
It’s a good idea: an increasing body of evidence suggests that the time we spend on our smartphones is interfering with our sleep, self-esteem, relationships, memory, attention spans, creativity, productivity and problem-solving and decision-making skills.
Pharafrase: It's a good idea: a growing body of evidence suggests that the time we spend on our smartphones interferes with our sleep, self-esteem, relationships, memory, spans of attention, creativity, productivity, problem-solving and decision-making abilities.
But there is another reason for us to rethink our relationships with our devices. By chronically raising levels of cortisol, the body’s main stress hormone, our phones may be threatening our health and shortening our lives.
Pharafrase: There is another reason why we should rethink our relationships with our devices. Our phones may threaten our health and shorten our lives by chronically raising levels of cortisol, the main stress hormone of the body.
Until now, most discussions of phones’ biochemical effects have focused on dopamine, a brain chemical that helps us form habits — and addictions. Like slot machines, smartphones and apps are explicitly designed to trigger dopamine’s release, with the goal of making our devices difficult to put down.
Pharafrase: Most discussions of the biochemical effects of phones have so far focused on dopamine, a brain chemistry that helps us form habits — and addictions. Smartphones and apps, like slot machines, are explicitly designed to trigger the release of dopamine, with the goal of making it difficult to put down our devices.
This manipulation of our dopamine systems is why many experts believe that we are developing behavioral addictions to our phones. But our phones’ effects on cortisol are potentially even more alarming.
Pharafrase: This manipulation of our dopamine systems is why many experts believe that our phones are developing behavioral addictions. But the effects of our phones on cortisol may be even more alarming.
Cortisol is our primary fight-or-flight hormone. Its release triggers physiological changes, such as spikes in blood pressure, heart rate and blood sugar, that help us react to and survive acute physical threats.
Pharafrase: Cortisol is our primary hormone for combat or flight. Its release triggers physiological changes that help us react to and survive acute physical threats, such as spikes in blood pressure, heart rate and blood sugar.
These effects can be lifesaving if you are actually in physical danger — like, say, you’re being charged by a bull. But our bodies also release cortisol in response to emotional stressors where an increased heart rate isn’t going to do much good, such as checking your phone to find an angry email from your boss.
Pharafrase: These effects can be life-saving if you're in physical danger— like, say, a bull charges you. But in response to emotional stressors, our bodies also release cortisol where an increased heart rate will not do much good, such as checking your phone to find an angry email from your boss.

Source:
https://www.nytimes.com/2019/04/24/well/mind/putting-down-your-phone-may-help-you-live-longer.html

Saturday, January 26, 2019

3EB06

Awal pertemuan kami semua bermula pada tahun 2017 di tingkat 2 sebuah universitas. Kami belum saling mengenal sebelumnya walaupun mungkin kami pernah bertemu, kami tidak merasakan apa-apa diawal pertemuan dan dipaksa untuk menjadi keluarga untuk terus belajar bersama dalam kurun waktu kurang lebih 3 tahun. Seiring bejalannya waktu sebagai makhluk sosial kami membaur dan saling mengenal dengan sendirinya, baik ataupun buruknya sifat kami mulai terlihat dan menjadi sebuah hal yang wajar di dalam kehidupan sebagai sorang manusia. Belum lama setelah kami bersama, ada acara kampus dimana kami berhasil memenangkan juara 3, bukan juaranya yang menyenangkan, namun kebersamaan dan saling memberi semangat itu yang makin membuat kami lebih dekat. Hadiah yang kami dapatkan juga untuk dinikmati satu kelas dalam makan bersama, dan membuat salah satu kenangan yang berharga.  Beberapa kejadian telah berlalu, banyak peristiwa dan kenangan terukir setelah satu setengah tahun, jika terjadi sebuah masalah tentu itu sudah bukan hal yang  awam lagi, kami harusnya sadar didalam hubungan keluarga jika sudah terjadi sebuah masalah maka kami telah semakin dekat. Setelah semuanya  berlalu kini kami merasa sudah bisa menerima kekurangan masing-masing dan tetap saling membantu. (Semua ini menurut pendapat saya pribadi). @ug_eb06

Saturday, January 12, 2019

Economi System In Soekarno Era


In the era of guided democracy, President Soekarno carried out a Guided Economy system. In this economic system, the president is directly involved and regulates the economy. All economic activities are centered on the central government. As a result, economic activities in the regions have been disrupted and decreased. In the era of guided economy, Indonesia has repeatedly changed its economic design along with the success of the cabinet in power. In the implementation of this Guided Economy, changes only occur in large cities, resulting in the large number of urbanizations that occur. Cities became very crowded while the rural areas became deserted. The system made by the government to regulate foreign trade was made in the early 1950s and high import tariffs. With the existence of new policies, making the activities of major exports come from the periphery areas of Sumatra, Kalimantan, and other outer islands which have revenues such as oil, rubber, copra, tin, tobacco, all of which have been put in place. What is caused by this situation is the proliferation of trade on the black market. Moreover, the distance to Singapore which is very close makes it easier for traders to smuggle their products out of Indonesia and return with illegal imported consumer goods. By selling their products abroad, traders get 20 times the price of goods rather than being sold in Jakarta. Although from a political point of view Soekarno managed to keep Indonesia united, "guided democracy" and the principles that accompanied the Guided Economy brought Indonesia to one of the most dramatic economic crises in history.

The best economy system for Indonesia


Mixed Economic System

I am choses  a mixed economic system because the mixed system is a blend of liberal economic systems with socialist economic systems. In a mixed economic system the government carries out supervision and control in the economy, but the private sector (community) is still given the freedom to determine the economic activities they want to run. The advantage is that economic stability is guaranteed, the government can focus attention on advancing the medium and small business sectors, the freedom of effort can encourage individual creativity. However, this system also has disadvantages, namely it is difficult to determine the boundary between economic activities that should be carried out by the government and the private sector, and it is difficult to determine the boundary between the sources of production that can be controlled by the