Friday, November 18, 2016

MACAM-MACAM USAHA

Dalam proses memasuki dunia usaha baru dan memulai usaha, akan dihadapkan pada pemilihan bidang yang akan ditekuni. Pemilihan bidang usaha penting dilakukan, karena dapat membantu dalam proses mengenal seluk-beluk usaha tersebut dan mampu mengelolanya. Untuk menentukan bidang usaha yang akan digeluti tergantung dari lima faktor :

                  1.      Minat dan bakat.
Minat atau bakat sudah ada dan dapat timbul dari dalam diri seseorang. Artinya sebelum memasuki dunia usaha, seseorang sudah harus memiliki ketertarikan pada suatu bidang sudah tertanam dalam dirinya. Minat juga dapat tumbuh setelah mempelajari berbagai cara.
                  2.      Modal
Setiap bidang usaha yang akan digeluti memerlukan modal besar tergantung usahanya. Faktor modal dapat dicari dari berbagai sumber, baik dari uang pribadi, keuarga, rekan-rekan maupun pinjaman.
                  3.      Waktu
Faktor lainnya adalah jangka waktu memperoleh penghasilan atau keuntungan. Ada usaha yang jangka waktu perolehan keuntungannya relatif pendek, sedang, dan panjang. Usaha jangka pendek maksudnya adalah jangka waktu yang diperlukan dibawah satu tahun, misalnya untuk produk pertanian sayur mayur, usaha ternak ayam atau ikan. Usaha jangka menengah berkisar antara 1 hingga 3 tahun, seperti bidang industri dan perdagangan. Sementara itu, usaha jangka panjang diatas 3 tahun, seperti perkebunan kelapa sawit dan karet.
                  4.      Laba
Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besarnya margin laba yang dinginkan. Margin laba maksudnya jumlah laba yang akan diperoleh (dalam persentase tertentu). Disamping itu hal yang perlu diperhatikan adalah jangka waktu memperoleh laba tesebut, karena terdapat usaha yang dalam waktu singkat sudah menghasilkan laba, namun ada pula usaha yang memerlukan lama untuk mendapatkan usaha. Artinya mengembalikan modal terlebih dahulu baru memetik hasilnya.
                  5.      Pengalaman
Pengalaman dapat berupa pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain yang telah berhasil dalam melakukan usaha. Pengalaman pribadi dapat diperoleh dengan cara job training atau praktek kerja. Sedangkan pengalaman dari orang lain dapat diperoleh dari mengamati orang lain yang telah berhasil mengembankan usahanya dengan baik.
Setelah mempelajari faktor-faktor yang dapat dijadikan acuan dalam pemilihan bidang usaha yang akan digeluti. Selanjutnya para calon wirausaha harus melakukan pengamatan, survei dan observasi lapangan. Setelah itu, para calon wirausaha dapat memilih bidang usaha yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Adapun bidang usaha yang dapat digeluti adalah sebagai berikut :

       1.      Bidang Agribisnis.
Agribisnis merupakan salah satu bidang usaha yang meliputi:
·         Pertanian.
Pertanian merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek menjanjikan, karena ketersediaan beras, sayur-mayur dan lauknya selalu dituntut setiap orang, dan dibutuhkan setiap hari. Usaha sektor ini dapat dilakukan dengan membuka pertanian jangka pendek, seperti usaha penanaman sayur. Pertanian jangka misalnya penanaman jeruk, pisang, nanas. Sedangkan untuk pertanian jangka panjang seperti : penanaman karet, lada dan kelapa sawit
·         Perkebunan
Ada tiga kategori dalam sektor perkebunan ini, yaitu perkebunan buah, bunga atau tanaman hias, dan tanaman obat. Buah-buahan merupakan salah satu unsur makanan yang selalu dibutuhkan untuk meningkatkan standar gizi. Prospek perkebunan buah sangat menjanjikan karena hampir semua kalangan baik masyarakat kecil maupun kalangan elit memerlukan buah sebagai pelengkap makan pokok.
·         Peternakan
Usaha bidang peternakan dapat berupa memelihara binatang dalam jumlah banyak yang bisa diambil manfaatnya, seperti daging, susu, telur, bulu, dan lainnya. Bisa juga memelihara binatang yang dimanfaatkan karena keindahan bentuknya dan suaranya. Usaha bidang ini penuh tantangan dan dinamika serta penanganan khusus, karena yang dihadapi adalah makhluk hidup yang bergerak dan tentu memiliki kekhususan masing-masing.
·         Perikanan
Dilihat dari segi ekologi, sektor ini terbagi menjadi dua sektor, pertama; sektor perikanan air tawar (perikanan darat) seperti mujahir, lele, gurami, nila, ikan mas, bawal.
Kedua; sektor perikanan air asin (perikanan laut) seperti bandeng, udang windu, cumi-cumi, kepiting, dan kerang hijau.

      2.      Bidang perdagangan.
Secara garis besar perdagangan di bagi menjadi dua golongan yaitu :
·     Pertama, perdagangan besar yaitu segala aktifitas menggerakkan barang-barang dari produsen kepada pedagang eceran atau lembaga marketing lainnya.
·  Kedua, pedagang eceran yaitu mata rantai terakhir dalam penjualan barang ke konsumen. Hubungan mutu antara produsen dan pengecer akan menentukan berlangsungnya suatu komoditas produk. Usaha dalam sektor perdagangan dapat dilakukan dengan membuka toko atau kios, menjual makanan sehari-hari dan sektor perdagangan lainnya.

      3.      Bidang produksi
 Bidang usaha ini merupakan bidang yang banyak menyerap tenaga kerja dan banyak diminati karena selain memberi peluang penghasilan yang besar juga lebih berorientasi pada hasil. Produksi yang dimaksud disini adalah proses pembuatan dari bahan dasar menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi menjadi barang siap pakai.
Adapun contoh sektor produksi yang mungkin dikembangkan adalah sebagai berikut :
·         Produksi pangan.
Peluang produk pangan ini sangat menjanjikan, karena modal tidak terlalu banyak, dan laba yang didapat bisa mencapai lima puluh persen dari omset. Sedangkan resiko kerugian sangat kecil. Tergantung kreatifitas dalam memasarkan, apakah dijual langsung ke konsumen, atau disetor ke toko dengan cara konsinyasi (titip jual).
·         Kerajinan tangan
Kerajinan tangan merupakan salah satu alternatif usaha yang bermodal pokok pada keterampilan. Disini jiwa kekreatifitasan dan inovatif sangat diperlukan untuk mengembangkan usaha tersebut. Usaha sektor ini sangat menjanjikan karena konsumen dan pangsa pasarnya majemuk, tidak hanya dari satu segmen saja, sehingga jika karya kita bagus sangat potensial untuk bersaing dengan produk yang sudah ada.
·         Konveksi dan usaha menjahit
Konveksi atau usaha pakaian jadi merupakan salah satu jenis usaha yang memiliki prospek pasar yang tiada henti, mengingat pertumbuhan penduduk yang meningkat terus-menerus dari tahun ke tahun.

      4.      Bidang jasa
Bidang usaha ini, melakukan usaha dengan menjual keahlian atau sarana yang kita miliki guna membantu pihak lain yang dapat mendukung terpenuhnya suatu kebutuhan.
Bidang jasa dapat mencakup sektor dibawah ini :
·         Transportasi
Usaha transportasi atau pengangkutan tergolong bidang jasa yang paling banyak dibutuhkan orang. Mobilitas penduduk dan barang setiap hari mendorong bidang ini berkembang sangat pesat. Jenis usaha ini tidak akan lapuk oleh waktu, karena kehidupan dan pemerataan hasil produksi sangat bergantung perlu adanya transportasi/pengangkutan.
Kelebihan usaha ini yaitu penghasilan relatif stabil dibanding usaha lainnya, dan kemungkinan untuk berkembang sangat besar. Sementara yang menjadi kendala utama adalah mahalnya sarana kendaran dan spare part bila terjadi kerusakan.
·         Keguruan
Peluang dalam sektor ini begitu mudah dan fleksibel, karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, cukup dengan modal dasar kemampuan ilmu dan kemampuan mengajar. Tidak ada kerugian dalam terjun di bidang ini, kita dapat mengembangkan keilmuan kita sekaligus menamkan kebaikan kepada orang lain berupa ilmu yang bermanfaat.
·         Pertukangan
Peluang usaha bidang pertukangan ini sangat terbentang luas kerena perumahan merupakan kebutuhan primer manusia. Setiap hari meski ada orang yang membangun rumah yang berimplikasi pada kebutuhan pelengkap seperti pertukangan.
·         Perbengkelan/servise
Prospek dalam usaha ini memungkinkan untuk di geluti karena dilihat dari kehidupan sehari-hari barang elektronik merupakan piranti pendukung dalam kehidupan manusia. Selama pemakaian tentu akan mengalami kerusakan yang masih dapat toleransi dapat diperbaiki. Disinilah kesempatan keahlian dibidang perbengkelan/service. 
·         Perantara
·         Persewaan (rental)

·         Terjemahan


Referensi

No comments:

Post a Comment