Dalam proses memasuki dunia usaha baru dan memulai
usaha, akan dihadapkan pada pemilihan bidang yang akan ditekuni. Pemilihan bidang
usaha penting dilakukan, karena dapat membantu dalam proses mengenal
seluk-beluk usaha tersebut dan mampu mengelolanya. Untuk menentukan bidang
usaha yang akan digeluti tergantung dari lima faktor :
1. Minat dan bakat.
Minat
atau bakat sudah ada dan dapat timbul dari dalam diri seseorang. Artinya
sebelum memasuki dunia usaha, seseorang sudah harus memiliki ketertarikan pada
suatu bidang sudah tertanam dalam dirinya. Minat juga dapat tumbuh setelah
mempelajari berbagai cara.
2. Modal
Setiap
bidang usaha yang akan digeluti memerlukan modal besar tergantung usahanya.
Faktor modal dapat dicari dari berbagai sumber, baik dari uang pribadi,
keuarga, rekan-rekan maupun pinjaman.
3. Waktu
Faktor
lainnya adalah jangka waktu memperoleh penghasilan atau keuntungan. Ada usaha
yang jangka waktu perolehan keuntungannya relatif pendek, sedang, dan panjang.
Usaha jangka pendek maksudnya adalah jangka waktu yang diperlukan dibawah satu
tahun, misalnya untuk produk pertanian sayur mayur, usaha ternak ayam atau
ikan. Usaha jangka menengah berkisar antara 1 hingga 3 tahun, seperti bidang
industri dan perdagangan. Sementara itu, usaha jangka panjang diatas 3 tahun,
seperti perkebunan kelapa sawit dan karet.
4. Laba
Faktor
yang perlu dipertimbangkan adalah besarnya margin laba yang dinginkan. Margin
laba maksudnya jumlah laba yang akan diperoleh (dalam persentase tertentu).
Disamping itu hal yang perlu diperhatikan adalah jangka waktu memperoleh laba
tesebut, karena terdapat usaha yang dalam waktu singkat sudah menghasilkan
laba, namun ada pula usaha yang memerlukan lama untuk mendapatkan usaha.
Artinya mengembalikan modal terlebih dahulu baru memetik hasilnya.
5. Pengalaman
Pengalaman
dapat berupa pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain yang telah berhasil
dalam melakukan usaha. Pengalaman pribadi dapat diperoleh dengan cara job
training atau praktek kerja. Sedangkan pengalaman dari orang lain dapat
diperoleh dari mengamati orang lain yang telah berhasil mengembankan usahanya
dengan baik.
Setelah
mempelajari faktor-faktor yang dapat dijadikan acuan dalam pemilihan bidang
usaha yang akan digeluti. Selanjutnya para calon wirausaha harus melakukan
pengamatan, survei dan observasi lapangan. Setelah itu, para calon wirausaha
dapat memilih bidang usaha yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang
dimiliki. Adapun bidang usaha yang dapat digeluti adalah sebagai berikut :
1. Bidang Agribisnis.
Agribisnis merupakan salah satu bidang usaha yang
meliputi:
·
Pertanian.
Pertanian merupakan salah satu usaha yang memiliki
prospek menjanjikan, karena ketersediaan beras, sayur-mayur dan lauknya selalu
dituntut setiap orang, dan dibutuhkan setiap hari. Usaha sektor ini dapat
dilakukan dengan membuka pertanian jangka pendek, seperti usaha penanaman
sayur. Pertanian jangka misalnya penanaman jeruk, pisang, nanas. Sedangkan
untuk pertanian jangka panjang seperti : penanaman karet, lada dan kelapa sawit
·
Perkebunan
Ada tiga kategori dalam sektor perkebunan ini, yaitu
perkebunan buah, bunga atau tanaman hias, dan tanaman obat. Buah-buahan
merupakan salah satu unsur makanan yang selalu dibutuhkan untuk meningkatkan
standar gizi. Prospek perkebunan buah sangat menjanjikan karena hampir semua
kalangan baik masyarakat kecil maupun kalangan elit memerlukan buah sebagai
pelengkap makan pokok.
·
Peternakan
Usaha bidang peternakan dapat berupa memelihara
binatang dalam jumlah banyak yang bisa diambil manfaatnya, seperti daging,
susu, telur, bulu, dan lainnya. Bisa juga memelihara binatang yang dimanfaatkan
karena keindahan bentuknya dan suaranya. Usaha bidang ini penuh tantangan dan
dinamika serta penanganan khusus, karena yang dihadapi adalah makhluk hidup
yang bergerak dan tentu memiliki kekhususan masing-masing.
·
Perikanan
Dilihat dari segi ekologi, sektor ini terbagi menjadi
dua sektor, pertama; sektor perikanan air tawar (perikanan darat) seperti
mujahir, lele, gurami, nila, ikan mas, bawal.
Kedua; sektor perikanan air asin (perikanan laut) seperti
bandeng, udang windu, cumi-cumi, kepiting, dan kerang hijau.
2. Bidang perdagangan.
Secara garis besar perdagangan di bagi menjadi dua
golongan yaitu :
· Pertama,
perdagangan besar yaitu segala aktifitas menggerakkan barang-barang dari
produsen kepada pedagang eceran atau lembaga marketing lainnya.
· Kedua,
pedagang eceran yaitu mata rantai terakhir dalam penjualan barang ke konsumen.
Hubungan mutu antara produsen dan pengecer akan menentukan berlangsungnya suatu
komoditas produk. Usaha dalam sektor perdagangan dapat dilakukan dengan membuka
toko atau kios, menjual makanan sehari-hari dan sektor perdagangan lainnya.
3. Bidang produksi
Bidang usaha
ini merupakan bidang yang banyak menyerap tenaga kerja dan banyak diminati
karena selain memberi peluang penghasilan yang besar juga lebih berorientasi
pada hasil. Produksi yang dimaksud disini adalah proses pembuatan dari bahan
dasar menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi menjadi barang siap pakai.
Adapun contoh sektor produksi yang mungkin
dikembangkan adalah sebagai berikut :
·
Produksi pangan.
Peluang produk pangan ini sangat menjanjikan, karena
modal tidak terlalu banyak, dan laba yang didapat bisa mencapai lima puluh
persen dari omset. Sedangkan resiko kerugian sangat kecil. Tergantung
kreatifitas dalam memasarkan, apakah dijual langsung ke konsumen, atau disetor
ke toko dengan cara konsinyasi (titip jual).
·
Kerajinan tangan
Kerajinan tangan merupakan salah satu alternatif usaha
yang bermodal pokok pada keterampilan. Disini jiwa kekreatifitasan dan inovatif
sangat diperlukan untuk mengembangkan usaha tersebut. Usaha sektor ini sangat
menjanjikan karena konsumen dan pangsa pasarnya majemuk, tidak hanya dari satu
segmen saja, sehingga jika karya kita bagus sangat potensial untuk bersaing
dengan produk yang sudah ada.
·
Konveksi dan usaha menjahit
Konveksi atau usaha pakaian jadi merupakan salah satu
jenis usaha yang memiliki prospek pasar yang tiada henti, mengingat pertumbuhan
penduduk yang meningkat terus-menerus dari tahun ke tahun.
4. Bidang jasa
Bidang usaha ini, melakukan usaha dengan menjual
keahlian atau sarana yang kita miliki guna membantu pihak lain yang dapat
mendukung terpenuhnya suatu kebutuhan.
Bidang jasa dapat mencakup sektor dibawah ini :
·
Transportasi
Usaha transportasi atau pengangkutan tergolong bidang
jasa yang paling banyak dibutuhkan orang. Mobilitas penduduk dan barang setiap
hari mendorong bidang ini berkembang sangat pesat. Jenis usaha ini
tidak akan lapuk oleh waktu, karena kehidupan dan pemerataan hasil produksi
sangat bergantung perlu adanya transportasi/pengangkutan.
Kelebihan usaha ini yaitu penghasilan relatif stabil
dibanding usaha lainnya, dan kemungkinan untuk berkembang sangat besar.
Sementara yang menjadi kendala utama adalah mahalnya sarana kendaran dan spare
part bila terjadi kerusakan.
·
Keguruan
Peluang dalam sektor ini begitu mudah dan fleksibel,
karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, cukup dengan modal dasar
kemampuan ilmu dan kemampuan mengajar. Tidak ada kerugian dalam terjun di
bidang ini, kita dapat mengembangkan keilmuan kita sekaligus menamkan kebaikan
kepada orang lain berupa ilmu yang bermanfaat.
·
Pertukangan
Peluang usaha bidang pertukangan ini sangat terbentang
luas kerena perumahan merupakan kebutuhan primer manusia. Setiap hari meski ada
orang yang membangun rumah yang berimplikasi pada kebutuhan pelengkap seperti
pertukangan.
·
Perbengkelan/servise
Prospek dalam usaha ini memungkinkan untuk di geluti
karena dilihat dari kehidupan sehari-hari barang elektronik merupakan piranti
pendukung dalam kehidupan manusia. Selama pemakaian tentu akan mengalami
kerusakan yang masih dapat toleransi dapat diperbaiki. Disinilah kesempatan keahlian
dibidang perbengkelan/service.
·
Perantara
·
Persewaan (rental)
·
Terjemahan
Referensi
No comments:
Post a Comment