Friday, November 18, 2016

USAHA

PARUNG FARM
Sejarah
Pada awalnya Parung Farm adalah brand dari PT. Kebun Sayur Segar, yaitu adalah produsen sayuran berdaun yang khusus ditanam secara hidroponik (hydroponic) dan aeroponik (aeroponic) di Indonesia. Walaupun bukan yang pertama, Parung Farm dapat dikatakan sebagai salah satu yang terbesar pada bidangnya. Sebagai sebuah badan hukum Perseroan Terbatas (PT), PT. Kebun Sayur Segar resmi didirikan pada bulan Juni 2003, walaupun sebetulnya sejarah usaha ini sudah dimulai sejak jauh hari sebelumnya.
Pada akhir 1988 Parung Farm diperkenalkan kepada beberapa orang Sarjana Pertanian dari BPPT. Mereka dari BPPT inilah, yang relatif masih muda usia, dan memperkenalkan kepada kami  sebuah teknologi pertanian yang dikenal dengan nama hidroponik (hydroponic), pertumbuhan tanamannya  relatip jauh lebih bagus dibandingkan dengan tanaman yang dibudidayakan secara tradisional , mengingat dalam sistem ini, teknologi sangat memegang peran penting. Karena itu kami  pun mulai mempelajari, melakukan korespondensi dengan tenaga ahli dari luar negeri, serta berdiskusi dengan para tenaga ahli dari beberapa Fakultas Pertanian, dan juga dengan para praktisi.
Setelah mengetahui secara basic berbagai teknologi hidroponik ini, kami melihat peluang untuk melakukan eksperimen dengan tujuan untuk dapat menurunkan biaya investasi maupun modal kerja. Kami bermaksud untuk menemukan teknologi yang low cost (baik dilihat dari segi biaya investasinya maupun dari biaya operasionalnya) namun masih dapat berfungsi dengan baik, karena daya beli di Indonesia yang relatif masih rendah. Akhirnya bersama para  tenaga muda yang profesional di bidang produksi dan pemasaran , memutuskan untuk mulai melakukan kegiatan komersiil dengan mendirikan PT. Kebun Sayur Segar.
Dalam perkembangannya, produk dengan brand  Parung Farm, yang bebas petisida,  dapat ditemui pada hampir semua supermarket dan hipermarket  di Jabodetabek dan Bandung.
Dalam perkembangan selanjutnya adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar yang menghendaki produk sayuran yang dibudidayakan secara organik ( organic ), karena keyakinan masyarakat bahwa produk organik lebih sehat, karena semuanya bersifat alami, karena semuanya yang berasal dari alam sekitar dan tanpa menggunakan pestisida kimiawi, dan akhirnya mulai membudidayakan sayuran secara organik pada tahun 2006/2007 di daerah Cugenang, Cipanas. Bahkan dalam tahun 2010, telah mendapakan SERTIFIKAT ORGANIK, dari PT. Mutu Agung Lestari, salah satu Lembaga Akreditasi yang telah diakui dan disahkan oleh  Komite Akreditasi Nasional (KAN). Perusahaan dengan brand Parung Farm adalah produsen sayuran berdaun ( leafy vegetables )  di Indonesia yang pertama memperoleh Sertifikat Organik.

Usaha yang Dilakukan

      ·         Budidaya Tanaman Hidroponik

Hidroponik adalah metode menanam sayuran tanpa tanah. Tanaman akan menerima nutrisi melalui akar, dan dapat tumbuh di air. Selain itu, tanaman hidroponik juga dapat tumbuh lebih cepat serta memiliki ukuran lebih besar ketimbang tanaman yang diolah di tanah.
Di kebun-kebun PT. Kebun Sayur Segar menggunakan beberapa teknologi hidroponik:
1.      Sistim NFT (Nutrient Film/Flow Technique),
2.      Sistim aeroponics,
3.      Sistim dynamic root floating, dan
4.      Irigasi drip (untuk tomat)
Demikian juga dalam penggunaan pupuk, digunakan rumusan tersendiri karena komposisi yang cocok untuk negara-negara beriklim sub-tropis seperti Australia dan Amerika Serikat, tidak 100% sesuai untuk digunakan di Indonesia. Pupuk/fertilizer untuk sayuran yang ditanam secara hidroponik/aeroponik adalah berupa air yang dicampur dengan 16 unsur pupuk (makro dan mikro), dalam proporsi yang optimal sesuai kebutuhan tanaman. Untuk masing-masing tanaman bisa saja komposisinya berbeda

Kelebihan Hidroponik:

      1.      Kenggunaan lahan lebih efisien
      2.      Produksi tanaman tanpa media tanah
      3.      Tidak ada resiko untuk penanaman terus menerus sepanjang tahun
      4.      Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan bersih
      5.      Penggunaan pupuk dan air lebih efisien
      6.      Periode tanam lebih pendek
      7.      Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah.
      8.      Tenga kerja yang diperlukan lebih sedikit.

Kelemahan Hidroponik :
  1.       Membutuhkan modal yang besar
  2.       Jika ada tanaman yang terserang hama atau penyakit maka dalam waktu yang sangat singkat seluruh tanaman akan terkena serangan tersebut .
  3.        Jumlah asupan nutrisi yang sangat terbatas akan menyebabkan palayuan tanaman yang cepat dan stress yang serius.
  4.       Ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit.
  5.       Memerlukan keterampilan khusus

      ·         Budidaya Tanaman Organik

Sayuran organik adalah sayuran yang dibudidayakan secara alami tanpa ada bantuan bahan kimia. Karena itu sayuran organik bebas dari berbagai zat kimia
Bebas dari zat kimia berarti dari dibukanya lahan, pemberian pupuk, pemillihan bibit, proses tanam, pemeliharaan dan pembasmian hama sampai pengemasan pascapanen tidak menggunakan zat kimia.
Pupuk yang diberikan untuk sayuran berasal dari pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang, bukan pupuk kimia. Pembasmian hama juga tidak menggunakan pestisida dari bahan kimia. Tidak ada suntik hormon agar cepat tumbuh, juga tidak ada pengawet ketika sayur dikemas untuk dijual. Semuanya alami.
Karena sayuran organik dibudidayakan secara alami, maka sayuran tersebut mengandung berbagai keunggulan dibandingkan sayuran non organik. Keunggulan tersebut terutama adalah aman dari bahan kimia sehingga sangat menunjang kesehatan kita.

Kelebihan Organik
  1.  Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, baik pencemaran tanah, air maupun udara.
  2.  Tanaman organic mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan tanaman non-organik.
  3.  Produk tanaman organic lebih mahal, sehingga keuntungan petani lebih besar.
  4. Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi.
  5. Membuat lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani.
  6.  Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani; karena:
  7. Meningkatkan dan menjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka panjang, serta memelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungan
Kekurangan Organik
1.      Kebutuhan tenaga kerja yang lebih banyak, terutama untuk pengendalian hama dan penyakit masih dilakukan secara manual.
2.      Apabila menggunakan pestisida alami, pestisida perlu dibuat sendiri karena belum tersedia dipasaran.
3.      Penampilan fisik tanaman organic kurang bagus (misalnya berkurang lebih kecil dan daun berlubang-lubang)

Market

Produk Parung Farm, baik hidroponik maupun organik dapat ditemukan di semua supermarket dan hipermarket di Jakarta dan daerah sekitarnya. Produk ini ada yang berlabel Parung Farm, namun di tempat sebagian  besar produk Parung Farm sudah menggunakan brand Private Label toko-toko mereka.



Referensi

No comments:

Post a Comment